MENOLAK KETIDAKPASTIAN SEORANG MATEMATIKAWAN

MENOLAK KETIDAKPASTIAN SEORANG MATEMATIKAWAN

GAMATIKA UPI No Comment
Artikel

Kata siapa masyarakat indonesia tidak menyukai matematika, mau bukti? coba sekarang kawan-kawan perhatikan berapa banyak orangtua yang mencari guru private les matematika, hampir semuanya kan, dari mulai SD,SMP,SMA. Kemudian kemampuan matematika kita sangat di perhitungkan, sudah berapa kali kita memperoleh kemenangan di bidang yang katanya menakutkan ini. Jadi masyarakat kita memang menyukai matematika kan.Tapi sayang jurusan matematika setiap tahunnya tidak mendapat minat yang cukup tinggi di kalangan masyarakat, di kutip dari kompas

“Hanya sekitar 0,7 persen yang berminat dari sekitar 6000 siswa SMA swata dari sumatera hingga papua pada jurusan matematika”

Padahal bangsa-bangsa eropa terdahulu ilmu yang pertama kali di kembangkanya adalah matematika, banyak faktor yang mempengaruhi ini, mungkin salah satunya masyarakat kita masih beranggapan bahwa lulusan matematika hanya bisa jadi guru atau pengajar les private, hmm mungkin ini fakta pekerjaan lulusan matematika di indonesia. Tapi ada fakta lain tentang lulusan matematika di dunia yang dapat mengejutkan kawan-kawan semua di dunia peringkat lulusan yang paling di cari adalah lulusan jurusan matematika, Ternyata lulusan matematika sangat dibutuhkan menjadi aktuaris, kalian tau Aktuaris? Di dunia profesi ini paling bergengsi dengan gaji yang menggiurkan, di indonesia sendiri profesi ini hanya sedikit yang mengetahuinya sehingga meningkatkat “nilai jual” bagi profesi ini.

Pemerintah sendiri mewajibkan setiap perusahaan asuransi wajib memiliki seorang aktuaris,kebutuhan akan aktuaria yang melonjak membuat banyak perusahan asuransi indonesia ‘mengimpor’ para pekerja Aktuaris dari negara-negara lain, wah kawan harus waspada nih kita, apalagi sebentar lagi MEA(Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015 nanti.

Selayang pandang Aktuaris

Dari www.ima.org.uk situs milik pemerintah inggris dalam pengembangan minat terhadap matematika menyebutkan bahwa aktuaris adalah mereka yang menyelesaiakan masalah bisnis dengan menggunakan matematika dan kemampuan statisticnya untuk menciptakan model yang dapat memprediksi resiko dan ketidakpastian di masa depan.Di perguruan tinggi kita di indonesia, aktuaria ada yang diajarkan sebagai salah satu bidang peminatan di jurusan Matematika. Namun, ada juga perguruan tinggi universitas yang memisahkan aktuaria menjadi program study tersendiri salah satunya di Universitas Indonesia. Sedangkan bagaimna di Universitas Pendidikan Indonesia?, ternyata Aktuaria masih belum menjadi peminatan matematika akan tetapi menjadi matakuliah pilihan dengan nama Analisis Data Uji Hidup atau yang lebih dikenal kawan-kawan dengan ADUH pada Semester 5.

Menurut Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia periode 2014-2017 Rianto A Djojosugito dikutip di harian kompas mengatakan bahwa saat ini, terdata 185 aktuaris di indonesia untuk tingkatFellowship of the Society of Actuaries of Indonesia (FSAI), dan 169 aktuaris untuk tingkat Associate of The Society of Actuaries of Indonesia (ASAI), kemudian tambah rinto, Indonesia memiliki sekitar 50-an perusahaan asuransi jiwa dan 80-an perusahaan asuransi umum. Kalau tiap perusahaan jiwa butuh 4 aktuaris tingkat FSAI dan asuransi butuh 2 aktuaris berarti ada demand 360 orang aktuaris. Kalau kita juga menghitung kebuthan di sektor lainya seperti dana pensiun, manfaat karyawan, jaminan sosial, bidang perbankan, investasi atau penanaman modal, konsultan keuangan dan sebagainya, angkanya bisa membengkak. “kita memang masih kekurangan aktuaris, ungkap Rianto.

Qualification needed

Berminat jadi Aktuaris, lalu berapa ya penghasilan yang diperoleh seorang aktuaris?, pernah penulis mengikuti seminar tentang aktuaria di IPB dan sang Narasumber menyebutkan bahwa dirinya pernah mendapatkan bonus sebesar 50 juta rupiah, wow baru bonusnya kawan,dan beliau menyebutkan bahwa gaji nya perbulan 2 digit dalam juta rupiah saat pertama kali.

Lalu bagaimanan kita menjadi seorang Aktuaris, ternyata jalan mendapatkan penghasilan yang besar dan bergensi berbanding lurus dengan usaha yang harus kita lakukan, untuk menjadi seorang Aktuaris yang bersetifikasi Kawan-kawan haru mengikuti tes yang dilaksanakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI). Ada dua tingkatan aktuaris. Pertama, tingkat Associate (ASAI) dan yang kedua tingkat Fellow (FSAI). Masing-masing tingkatan hanya bisa diraih dengan menempuh beberapa mata ujian.

Contohnya, untuk tingkatan Associate dengan gelar ASAI ada mata ujian financial mathematics, probability and mathematical statistics,economics, accounting,statistical methods,actuarialmathematics, risk theory dan professionalism.

Untuk tingkat Fellow dengan gelar (FSAI) peserta tes harus lulus dari investment and asset management, Actuarial Management, Actuarial Aspect in life insurance, Actuarial Aspect in pension fund, Acturial Aspect In general insurance dan Acturial Aspect in health insurance. Sekalipun dibutuhkan tampaknya tidak ada jalan mudah menuju penghasilan besar dan posisi yang bergengsi, khususnya dibidang aktuaria, Namun kawan dengan peta karier yang jelas jalus menuju ke sana lebih pasti. (Indra H., 2011)

Leave a Reply

December 2017
M T W T F S S
« Dec    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Calendar

Web Design BangladeshBangladesh Online Market